Ini aku tulis buat review lagi pelajaran jaman kuliah dulu, anatomi fisiologi.
Jadi begini niy ceritanya, diriku lagi magang di depkes di pusat intelegensia, kenapa magang? Karena mau memperdalam ilmu perotakan buat persiapan s2. Rencananya ambil neuroscience. Doakan yaaaaa semoga dilancarkan prosesnya dan akhirnya diterima s2 neurosciencenya di KIST, Seoul, South Korea buat nyusul suami tercintaaaaa yang udah duluan ke sana ambil s2.
Menurut para pakar, otak terdiri dari banyak sel syaraf yang jumlahnya mencapai 100 juta. Sel syaraf tersebut biasa disebut neuron. Neuron-neuron tersebut berkumpul seperti kumpulan pohon pada hutan hujan tropis. Dari neuron terdapat cabang-cabang yang tebal dan panjang muncul mencuat keluar yang disebut akson. Akson ini mempunyai fungsi mirip sistem switching pada telepon (hahaa nyambung elektro kaaaan..jadi ga kesasar-sasar banget,, bagi yg bingung: aku ini lulusan teknik elektro sebenarnyaa yg mencoba balik ke bidang yg sayah minati) yang mengirimkan sinyal panggilan dari satu tempat ke tempat yang lain.
Sama seperti sebagian besar sel, neuron juga mempunyai muatan listrik (nah kaaaannn nyambung ke elektro lagiiii….
), memang cuma tedapat perbedaan potensial yang kecil, yaitu sebesar 75mvolt (arus lemah elektro
.. aku akan menunjukkan sisi keelektroanku walaupun dikit..susah tau kuliahnyaaa masa ilmunya disia2in :p hehe) antara satu sisi membran sel dengan sisi membran yang lain. Molekul dengan muatan negatif berada di dalam sel dan lebih banyak muatan positif berada di luar sel syaraf.
Neuron berbeda dari sel yang lain, neuron dapat mendeteksi arus listrik walaupun yang sangat lemah dan akan mentransmisikan arus tersebut ke sel yang lain. Menurut Dr. Ross Pelton, pengarang Mind Foods and Smart Pills, aliran arus bioelektrik tersebut itulah yang menentukan proses otak dalam berpikir.
Neuron pada saat normal berada dalam fase istirahat, yang disebut resting potential, di mana terdapat sebuah pompa biologi di dalam sel yang menjaga sel berada dalam potensial negatif yang kecil dengan mendorong keluar muatan positif yang berada di dalam sel. Saat neuron terstimulasi oleh dendrit (cabang dari sel syaraf yang mirip pohon), sel menjadi bermuatan listrik sehingga muatan di dalam sel menjadi positif sekitar +50 milivolt, yang disebut action potential, tersebar di sepanjang dinding sel menuju ke akson kemudian diteruskan ke sel yang lain. Dengan cara seperti itulah action potential memungkinkan satu neuron untuk menyampaikan pesan melalui sinyal elektrik ke neuron yang lain sehingga pesan tersebut tersebar ke neuron lain di seluruh otak.
